Sovia Jewelry - Specialist Wedding Ring Custom

Buka setiap hari jam 09.00 s/d jam 17.00
Beranda » Info Terbaru » Prosesi Apa Aja Sih Yang Ada Di Pernikahan Adat Jogja?

Prosesi Apa Aja Sih Yang Ada Di Pernikahan Adat Jogja?

Diposting pada 29 August 2019 oleh Sovia Jewelry

Bagi kamu yang memilih pernikahan dengan tema tradisional pasti tidak asing dengan pernikahan adat Jawa. Yap! Pernikahan adat jawa memang paling populer digunakan dalam prosesi pernikahan di Indonesia. Adat ini sering digunakan di Yogyakarta dan Surakarta. Pernikahan tradisional memang mengunggulkan kesakralan segala rangkaian prosesinya.

Nah kali ini #SoviaPedia membahas prosesi yang ada di pernikahan adat Yogyakarta nih. Simak yuk!

1. Nontoni

Nontoni adalah prosesi laki-laki datang ke rumah sang perempuan yang belum pernah bertemu sebelumnya dengan tujuan ingin melihat dan memperkenalkan calon mempelai perempuan lebih dalam. Sebenarnya prosesi ini sudah jarang dilakukan pada saat ini karena sebagian besar calon pasangan sudah mengenal sebelumnya dan tidak perlu memperkenalkan satu sama lain lagi.

2. Lamaran dan Peningsetan

Tidak jauh berbeda dengan nontoni, bedanya prosesi lamaran ini ditambah dengan makanan yang dibawa oleh calon mempelai laki-laki yang terdiri dari makanan tradisional seperti wajik, ketan, wingko dan sejenisnya. Makakanan tersebut melambangkan harapan untuk calon pasangan yang selalu lengket terus menerus. Sedangkan Peningsetan itu berarti “ikat” atau pengikat untuk calon perempuan dengan bentuk seperti kain batik, kebaya ataupun perhiasan, ini menandakan bahwa calon sudah resmi terikat satu sama lain untuk dibawa ke ranah pernikahan.

3. Tarub, Bleketepe dan Tuwuhan

Apa itu Tarub, Bleketepe dan Tuwuhan? Tarub adalah Jenis hiasan/tenda yang biasanya dipasang di depan rumah, tarub menandakan akan ada hajatan dirumah tersebut. Sedangkan bleketepe sendiri terbuat dari daun kelapa yang masih hijau, biasanya dibentuk merumbai seperti anyaman. Bleketepe ini diletakan persis di depan rumah atau didepan pintu masuk acara hajatan. Sementara tuwuhan adalah tumbuhan yang berada di sekeliling gerbang, tuwuhan ini memiliki filosofi dari orang tua mempelai bahwa kelak mereka mudah mendapat keturunan dan dilancarkan rezekinya. Tuwuhan berupa batang pohon pisang raja yang berbuah, tebu wulung, kelapa muda, daun randu/batang padi dan janur kuning.

4. Nyantri

Sama seperti nontoni, prosesi ini sekarang sudah jarang di lakukan karena perkebangan zaman. Biasanya prosesi ini dilakukan berbarengan dengan midodareni. Sedangkan zaman dahulu prosesi nyantri ini bertujuan untuk mencegah pihak mempelai laki-laki kabur atau tidak datang pada saat acara.

5. Siraman

Proses ini masih sangat umum dan sering dilakukan oleh calon mempelai hingga sekarang. Siraman adalah memandikan mempelai wanita pada H-1 sebelum pernikahan gunanya untuk membersihkan diri sekaligus menjadi harapan orang tua dan sesepuh agar pernikahan senantiasa langgeng selalu. Biasanya yang memandikan mempelai adalah orang tua dan sesepuh yang dituakan, yang memandikanpun harus ganjil dari angka 7 atau 9 orang. Tidak hanya mempelai wanita saja tetapi mempelai laki-laki juga dapat melakuan prosesi ini.

6. Midodareni

Midodareni dilaksanakan pada sore sebelum akad hingga tengah malam yaitu pada jam 18:00 hingga 24:00. Prosesi ini mewajibkan mempelai perempuan duduk tenang ditemani ibu dan saudari dekatnya. Konon katanya pada malam terakhir sebelum akad, bidadari atau putri turun dari langit untuk menyempurnakan kecantikan sang mempelai wanita.

7. Ijab

Proses ini adalah klimaks dari segala prosesi yang telah dilalui, yaitu pengesahan kedua mempelai menjadi suami istri berdasarkan kepercayaan pasangan yang dianut, proses ijab ini sebagai penyerahan resmi mempelai wanita kepada mempelai laki-laki dari orang tua dan juga pemberian emas kawin dari pihak laki-laki. Nah, kalau kamu masih bingung untuk mewujudkan cincin kawin handmade dan bisa dicustom sesuai seleramu sendiri, kamu dapat mewujudkanya di Sovia Jewelry. Untuk cincin kawin percayakan sama Sovia Jewelry, kamu bisa custom cincin sesuai yang kamu inginkan.

8. Panggih

Prosesi puncak dari semuanya adalah panggih, atau bertemunya kedua mempelai kemudian disandingkan satu sama lain kemudian disusul dengan prosesi seperti kembar mayang, melempar gantal, wajikan, memecahkan telur, kacar-kucur, dhahar klimah, mapag besan, bubak kawah, tumplak pujen, dan diakhiri dengan sungkeman kepada orang tua masing masing mempelai.

Gimana? Ternyata rangkaian prosesi adat jawa sakral dan panjang banget ya. Tapi moment pernikahan hanya terjadi satu kali seumur hidup tidak ada salahnya untuk totalitas apalagi prosesi ini juga bagian dari warisan budaya warga yang perlu dilestarikan. Mau pilih tema tradisional atau modern semoga pernikahanmu dilancarkan ya!



Bagikan artikel ini :


Prosesi Apa Aja Sih Yang Ada Di Pernikahan Adat Jogja? | Sovia Jewelry

___
Belum ada komentar untuk artikel : Prosesi Apa Aja Sih Yang Ada Di Pernikahan Adat Jogja?, silakan sampaikan komentar di bawah ini.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

11 − four =

TEMUKAN KAMI DI SINI

SIDEBAR