Sovia Jewelry - Specialist Wedding Ring Custom

Buka setiap hari jam 09.00 s/d jam 17.00
Beranda » Info Terbaru » Sejarah Dibalik Adanya Cincin Kawin Sebagai Ikatan Pernikahan

Sejarah Dibalik Adanya Cincin Kawin Sebagai Ikatan Pernikahan

Diposting pada 28 August 2019 oleh Sovia Jewelry

Cincin menjadi simbol ikatan pernikahan yang sudah menjadi tradisi di masyarakat. Dibalik digunakanya cincin sebagai simbol pernikahan, ternyata cincin memiliki sejarah panjang sehingga bisa menjadi benda penting dalam pernikahan. Sejak kapan tradisi pemakaian cincin memang mempunyai cerita yang menarik, untuk lebih detailnya, gali lebih dalam sejarahnya yuk!

1. Cincin Berawal Dari Mesir

Cincin berawal dari orang mesir kuno yang percaya dengan Vena Amoris atau “Urat Nadi Cinta” yang beredar langsung dari hati ke jari manis. Sejarah cincin sendiri terekam dalam Gulungan Mesir Kuno yang berusia lebih dari 3.000 tahun. Disana tertulis bahwa terdapat pasangan mempersembahkan cincin satu sama lain yang terbuat dari rami atau alang-alang.
Karena tidak bertahan cukup lama, pada akhirnya cincin tersebut digantikan oleh material seperti kulit, tulang atau gading.

Dari terjemahan hierografik Mesir kuno diceritakan bahwa cincin adalah symbol dari komitmen yang tak akan pernah mati dan cinta yang abadi. Komitmen pasangan tersebut diibaratkan oleh lingkaran cincin yang tidak mempunyai awal ataupun akhir, sedangkan lubang tengahnya menyimbolkan terbukannya pintu untuk masa depan baru. Setelah diperkenalkan pertama kali di gulungan mesir kuno, tradisi ini kemudian menyebar ke Eropa, yaitu di Roma.

2. Cincin Menyebar ke Roma

Di Roma, cincin mulai di bentuk dan diukir dengan bahan besi. Pengaruh tradisi upacara pernikahan Kristen juga meyebabkan cincin ditempatkan di jari manis. Selain karena ajaran agama, menemptkan cincin di jari kiri juga mencegah cincin mudah rusak karena kebanyakan orang beraktifitas dengan tangan kanan sehingga kemungkinan untuk patah atau rusak lebih cepat. Meskipun pada akhirnya masih ada sebagian pasangan mengenakan cincinnya di jari tangan kanan. Pada era ini model cincin yang terkenal adalah Cincin Posy (Posei), awalnya cincin ini mempunyai desain yang bold dengan menambahkan berbagai ukiran di lingkarnya tetapi lama kelamaan menjadi semakin simple sesuai perkembangan jaman.

3. Cincin Sampai di Inggris Sampai Modern

Berbeda dengan Era Kerajaan Roma di Era Renaissance, cincin yang populer pada era ini adalah Gimel Ring yang menurut Wikipedia berarti cincin dengan dua atau tiga lingkaran atau tautan yang saling bersatu untuk membentuk satu cincin lengkap. Cincin ini disebut sebagai cincin bersama oleh Kerajaan Inggris. Hingga saat ini model cincin terus berkembang, tetapi model awal seperti Cincin Posy dan Gimel juga masih diminati oleh pasangan. Pada era modern saat ini, banyak orang yang lebih menyukai cincin dengan tampilan yang lebih simple dan beragam model.

Setidaknyaa tiga sejarah tersebut memulai bagaimana cincin menjadi simbol komitmen dalam pernikahan. Kalau kamu pengen bikin cincin yang elegan bak kerajaan Inggris atau cincin simple tapi bermakna bisa langsung cek di Sovia Jewelry aja, kami siap membuat desain yang sesuai dengan keinginanmu.

Detail model selengkapmnya dapat kamu cek di Instagram @soviajewelry. Selain model yang dapat kamu tentukan sendiri, kamu juga dapat memilih bahan dan kadar sesuai dengan budget yang kamu sisihkan.



Bagikan artikel ini :


Sejarah Dibalik Adanya Cincin Kawin Sebagai Ikatan Pernikahan | Sovia Jewelry

___
Belum ada komentar untuk artikel : Sejarah Dibalik Adanya Cincin Kawin Sebagai Ikatan Pernikahan, silakan sampaikan komentar di bawah ini.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

1 + 6 =

TEMUKAN KAMI DI SINI

SIDEBAR