Sovia Jewelry - Specialist Wedding Ring Custom

Buka setiap hari jam 09.00 s/d jam 17.00
Beranda » Info Terbaru » Siapa Ajasih yang Bisa Menjadi Wali Nikah Kalau Ayah Sudah Meninggal? Yuk Simak Detailnya..

Siapa Ajasih yang Bisa Menjadi Wali Nikah Kalau Ayah Sudah Meninggal? Yuk Simak Detailnya..

Diposting pada 12 November 2020 oleh SoviaJewelry

Cincin Couple, cincin custom, cincin emas, cincin handmade, cincin lamaran, cincin nikah, cincin palladium, cincin perak, cincin platinum, cincin single, cincin tunangan, couple rings, emas kuning, emas putih, engagement rings, jewellery, jewelry, kadar cincin, kado pernikahan, lamaran, model cincin, nikah, palladium, perhiasan, persiapan pernikahan, pilih cincin, platinum, single rings, sovia bogor, Sovia Jewelry, sovia jogja, sovia madiun, sovia semarang, sovia surabaya, sovia tangerang

Untuk seorang perempuan muslim, dinikahkan oleh seorang ayah kandung nya adalah sesuatu hal yang sangat dinantikan. Melihat dua laki-laki yang dicintai nya saling berjabat tangan untuk sebuah momen sakral. Tetapi bagaimana jika ternyata sang Ayah sudah meninggal dunia? Siapa yang akan menggantikan posisi tersebut? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Sovia Jewelry akan memberikan penjelasan tentang siapa aja pihak-pihak yang bisa menjadi wali nikah. Yuk langsung aja simak penjelasan nya..

Keberadaan Wali Merupakan Salah Satu Rukun Nikah

Kita tau bahwa ada 5 rukun dan syarat perkawinan dalam Islam. Yaitu harus ada calon suami, calon istri, wali nikah, dua orang saksi, lalu ijab dan juga qobul. Wali sendiri merupakan penyebutan untuk pihak laki-laki dalam keluarga atau lainnya yang bertugas untuk mengawasi kondisi seorang perempuan khususnya dalam hal pernikahan.

Mengenai siapa saja yang diprioritaskan menjadi wali, Imam Abu Suja’ dalam Matan al-Ghâyah wa Taqrîb (Surabaya: Al-Hidayah, 2000), hal. 31, menjelaskannya sebagai berikut:

وأولى الولاة الأب ثم الجد أبو الأب ثم الأخ للأب والأم ثم الأخ للأب ثم ابن الأخ للأب والأم ثم ابن الأخ للأب ثم العم ثم ابنه على هذا الترتيب فإذا عدمت العصبات ف…الحاكم

“Wali paling utama ialah ayah, kakek (ayahnya ayah), saudara lelaki seayah seibu (kandung), saudara lelaki seayah, anak lelaki saudara lelaki seayah seibu (kandung), anak lelaki saudara lelaki seayah, paman dari pihak ayah, dan anak lelaki paman dari pihak ayah. Demikianlah urutannya. Apabila tidak ada waris ‘ashabah, maka…hakim.” 

Wali adalah para pewaris ‘ashabah dari calon mempelai wanita.

Urutan penyebutan dalam keterangan Abu Suja’ itu merupakan urutan prioritas yang berhak menjadi wali nikah. Urutannya adalah:

  1. Ayah
  2. Kakek yang dimaksud dalam hal ini ialah kakek dari pihak ayah.
  3. Saudara lelaki kandung. Yakni saudara lelaki mempelai wanita yang tunggal ayah dan ibu. Ia bisa merupakan kakak maupun adik.
  4. Saudara lelaki seayah. Yakni saudara lelaki mempelai wanita yang tunggal ayah namun beda ibu.
  5. Paman yang dimaksud di sini ialah saudara lelaki ayah. Baik yang lebih tua dari ayah (jawa: pak de), ataupun lebih muda (jawa: pak lik), dengan memprioritaskan yang paling tertua diantara mereka.
  6. Anak lelaki paman dari pihak ayah.

Lalu jika ternyata dari keenam pihak tersebut tidak ada, maka alternative terakhir adalah yang menjadi wali ialah wali hakim. Tetapi wali dan saksi pun memiliki syarat tersendiri

Syarat Wali dan Saksi 

Tidak sembarang orang bisa menjadi wali dan saksi dalam pernikahan. Ada beberapa persyaratan tertentu yang harus dipenuhi. Dikutip pula dari Imam Abu Suja’ dalam Matan al-Ghâyah wa Taqrîb:

ويفتقر الولي والشاهدان إلى ستة شرائط: الإسلام والبلوغ والعقل والحرية والذكورة والعدالة

“ Wali dan dua saksi membutuhkan enam persyaratan, islam, baligh, berakal, merdeka, lelaki, dan adil”

Apakah di benak Sahabat Sovia ada pertanyaan kenapa wali pernikahan itu selalu diambil dari pihak Ayah? Jawabannya adalah karena ada aturan nasab ya Sahabat Sovia. Nasab sendiri adalah pertalian keluarga yang didasarkan pada akad pernikahan yang sah. Seorang anak bernasab kepada ayahnya oleh karena itulah yang wajib menikahkan adalah orang-orang yang jelas sedarah dengan perempuan dari ikatan pernikahan yang sah.

Untuk kamu yang akan menikah tetapi tidak bisa merasakan moment melihat Ayah kandungmu memegang tangan calon suamimu. Jangan berkecil hati ya, Semoga pernikahanmu mendapatkan kebahagiaan dan keberkahan dari Allah dan Ayahandamu bahagia Disana melihatmu menikah dengan laki-laki pilihanmu.

 

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/84172/syarat-dan-urutan-yang-berhak-jadi-wali-nikah



Bagikan artikel ini :


Siapa Ajasih yang Bisa Menjadi Wali Nikah Kalau Ayah Sudah Meninggal? Yuk Simak Detailnya.. | Sovia Jewelry

___
Belum ada komentar untuk artikel : Siapa Ajasih yang Bisa Menjadi Wali Nikah Kalau Ayah Sudah Meninggal? Yuk Simak Detailnya.., silakan sampaikan komentar di bawah ini.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

three × two =

TEMUKAN KAMI DI SINI

SIDEBAR