Sovia Jewelry - Specialist Wedding Ring Custom

Buka setiap hari jam 09.00 s/d jam 17.00
Beranda » Info Terbaru » Simak Yuk! Urutan Acara Pernikahan Adat Sunda

Simak Yuk! Urutan Acara Pernikahan Adat Sunda

Diposting pada 29 December 2019 oleh Sovia Jewelry

Pernikahan adalah acara sakral bagi semua orang, acara ini tentu dipengaruhi oleh kondisi geografis, budaya dan wilayahnya.Terkadang daerah satu dan yang lain bisa saja memiliki prosesi nikahan yang berbeda. Seperti halnya prosesi pernikahan antara daerah Jawa Tengah yang bisa sangat berbeda dengan tradisi di Jawa Barat, tak terkecuali dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia maupun dunia.

Perbedaan tradisi pernikahan ini menjadi sangat menarik untuk diikuti karena bisa jadi referensi untuk bekal pernikahanmu kelak. Nah kali ini #SoviaPedia akan mengulas tentang Pernikahan adat sunda nih!

1. Neundeun Omong

Adalah proses di mana pihak keluarga calon laki-laki datang ke rumah calon perempuan, di sini pihak calon laki-laki yang menyimpan pesan untuk disampaikan kepada keluarga dan calon perempuan. Pesan ini berisikan tentang niat dari calon laki-laki yang ingin melamar. Setelah itu terjadilah perjodohan dan mengikat janji antara kedua belah keluarga. Kemudian keluarga calon laki-laki datang sendiri atau perwakilan keluarga dan menyampaikan niatnya.

Padanya intinya Neundeun Omong ini adalah proses titip pesan dimana perwakilan calon laki-laki beserta keluarga mengutarakan niat untuk melamar sang calon perempuan. Sebenarnya prosesi ini sudah jarang dilakukan karena kebanyakan pasangan sekarang sudah mengetahui satu sama lain sebelumnya.

2. Narosan

Narosan adalah urutan selanjutnya nih yang berarti dalam bahasa Indonesia adalah melamar secara resmi. Dimana calon laki-laki dan keluarganya datang kerumah calon perempuan untuk nyeureuhan (lamaran). Perbedaan antara Narosan dan Neundeun Omong adalah diproses ini keluarga calon laki-laki dan keluarga membawa makanan atau bingkisan seadanya sebagai Pameungkeut yaitu tali pengikat untuk calon perempuan. Bingkisannya bisa berisi uang, pakaian, cincin pertunangan, daun sirih, apu, gambir dll.

3. Tunangan

Tunangan atau bisa juga disebut proses patuker beubeur tameuh yaitu prosesi penyerahan ikat pinggang warna pelangi atau polos untuk calon perempuan. Ikat pinggang warna pelangi menjadi simbol penanda ikatan batin dan simbol sikap untuk menjaga sang pengantin wanita salam ikatan pernikahan kelak.

4. Seserahan (Nyandakeun)

Adalah proses dimana calon laki-laki pada 3-7 hari sebelum hari pernikahan memberikan uang, pakaian, perabot rumah, perabot dapur dll. Jumlah uang dan barang biasanya tergantung dengan kesepakatan dan kemampuan calon pengantin laki-laki.

5. Ngaras

Tahap paling menguras air mata nih dear, dimana pada proses ini kedua calon pengantin meminta restu kepada kedua orang tua dengan cara bersungkeman, kemudian mempelai membasuh kaki kedua orang tua mereka. Filosofi dari moment ini adalah untuk menghormati kedua orang tua dan agar kehidupan pernikahan akan berkah selalu.

6. Siraman

Siraman atau dalam bahasa Sunda adalah Ngebakan adalah proses memandikan calon perempuan untuk membersihkan jiwa dan tubuhnya agar suci sebelum pernikahan diadakan. Acara ini diadakan 3 hari sebelum hari H dengan menggunakan air tujuh rupa. Untuk melengkapi prosesi ini, dapat diadakan pengajian pada hari sebelumnya.

7. Ngeuyeuk Seureuh

Jika Ngaras adalah proses mempelai meminta restu kepada orang tua kedua belah pihak, maka Ngeuyeuk Seureuh adalah jawaban dari Ngaras. Pada prosesi ini orang tua secara resmi memberikan restunya. Kemudian selain jawaban resmi orang tua juga memberikan berbagai nasehat atau wejangan-wejangan untuk calon mempelai pengantin ini. Acara ini dipimpin oleh oleh Pangeuyeuk yaitu orang yang akan menjelaskan urutan acara ini.

8. Akad Nikah

Nah setelah proses sebelum menikah yang lumayan panjang, tiba saatnya pada inti acara nih, yaitu acara Akad Nikah. Seperti akad nikah pada umumnya acara ini berisi tentang pengucapan ijab kabul, pertukaran cincin antar mempelai, kemudian juga saling memberikan seserahan satu sama lain. Akad sendiri bisa dilaksanakan dirumah mempelai perempuan atau di tempat atau venue yang telah disepakati sebelumnya.

9. Saweran

Kalau biasanya saweran hanya ada di konser dangdut, sebaiknya kamu ubah pikiran itu dear, karena di adat Sunda sendiri Saweran adalah urutan dari prosesi pernikahan. Bedanya jika saweran di konser identik negatif tetapi Saweran menurut budaya sunda adalah dimana pengantin melemparkan uang, permen/kembang gula, beras dan kunyit. Filosofis per barang yang dilempar juga ada artinya dear jadi tidak sembarang apa aja bisa dilempar ya.

Nah itu tadi beberapa prosesi urutan acar pernikahan ala Sunda. Tapi kalau saat ini kamu masih bingung beli cincin dimana, buat warga Jawa Barat dan Jakarta kamu bisa dateng ke Sovia Jewelry. Store kami ada di Tangerang dan Bogor.

Untuk model cincinnya jangan salah dear, banyak bangeeett pilihannya, intip aja di feed instagram kami di @soviajewelry atau di @cincinkawinkotagede. Selain model up to date bonusnya juga banyak loh, yuk diorder dear !



Bagikan artikel ini :


Simak Yuk! Urutan Acara Pernikahan Adat Sunda | Sovia Jewelry

___
Belum ada komentar untuk artikel : Simak Yuk! Urutan Acara Pernikahan Adat Sunda, silakan sampaikan komentar di bawah ini.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

12 + six =

TEMUKAN KAMI DI SINI

SIDEBAR